<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Semedhi &#187; hikmah</title>
	<atom:link href="http://semedhi.wordpress.com/tag/hikmah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://semedhi.wordpress.com</link>
	<description>Simple, Easy &#38; Better</description>
	<lastBuildDate>Sun, 12 Jul 2009 05:12:47 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='semedhi.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/e219d318ced2419e25bf53ce5a77f7bf?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Semedhi &#187; hikmah</title>
		<link>http://semedhi.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://semedhi.wordpress.com/osd.xml" title="Semedhi" />
		<item>
		<title>Rahasia Di balik peristiwa Kejadian Mikrokosmos</title>
		<link>http://semedhi.wordpress.com/2009/03/30/rahasia-di-balik-peristiwa-kejadian-mikrokosmos/</link>
		<comments>http://semedhi.wordpress.com/2009/03/30/rahasia-di-balik-peristiwa-kejadian-mikrokosmos/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Mar 2009 16:46:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>semedhi</dc:creator>
				<category><![CDATA[islami]]></category>
		<category><![CDATA[hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ok.semedhi.net/?p=20</guid>
		<description><![CDATA[
Di mana para makhluk,baik setan maupun malaikat mempertanyakan kebijakan allah yg menciptakan manusia,yg menurut pandangan malaikat adalah makhluk yg selalu membuat keonaran dan pertumpahan darah. Tidak kalah sengitnya setan memprotes keadaan manusia yg dipandang rendah yang hanya diciptakan dari unsure tanah sambil membanggakan dirinya yg terbuat dari api.Namun Kelembutan Ilahi dan kebijakan tuhan berbisik ke [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=semedhi.wordpress.com&blog=1643026&post=20&subd=semedhi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div>
<p style="text-align:justify;">Di mana para makhluk,baik setan maupun malaikat mempertanyakan kebijakan allah yg menciptakan manusia,yg menurut pandangan malaikat adalah makhluk yg selalu membuat keonaran dan pertumpahan darah. Tidak kalah sengitnya setan memprotes keadaan manusia yg dipandang rendah yang hanya diciptakan dari unsure tanah sambil membanggakan dirinya yg terbuat dari api.Namun Kelembutan Ilahi dan kebijakan tuhan berbisik ke dalam relum rahasia dan misteri malaikat yang terheran-heran. ..Rahasia macam apa ini ?????</p>
<p style="line-height:.22in;text-align:justify;">Raga manusia memang termasuk dalam derajat terendah.Namun sementara itu roh manusia termasuk kedalam derajat tertinggi. Karena roh manusia berkaitan dengan derajat tertinggi,tidak satu rohpun di alam semesta ini yg menyamai kekuatannya, entah itu malaikat maupun setan sekalipun atau segala sesuatu lainnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Demikian pula jiwa manusia berkaitan dengan derajat yang paling rendah, sehingga tidak sesuatupun didunia ini bisa mempunyai kekuatannya,entah itu hewan atau binatang buas, semua sifat setan,tumbuh – tumbuhan dan benda-benda mati di aktualisasikan. Hanya saja tanah itu dipilih untuk mengejahwantahkan sifat” dua tangan-Ku”. Masing-masing sifat tercela ini hanya kulit luarnya saja,didalam sifat itu ada mutiara dan permata berupa sifat ilahi.</p>
<p style="line-height:.22in;text-align:justify;">Penjelasan diatas merupakan ungkapan mengenai hakikat diri yang sebenarnya, dimana manusia sebagai makhluk yang sangat lemah dan hina, disisi lain dinobatkan sebagai khalifah (wakil allah) yang bertugas mengatur alam semesta dan merupakan wakil allah untuk menjadi saksi-Nya serta mengungkapkan rahasia-rahasia firman-Nya. Para makhluk yang lain tidak melihat ada dimensi yang tidak bisa dijangkau olehnya.,ia hanya mampu melihat pada tingkat yg paling rendah dalam diri manusia, sementara ia terhijab oleh ketinggian derajat manusia yang bersal dari tiupan ilahi.</p>
<p style="text-align:justify;">“ Dan Ingatlah, Ketika Tuhanmu Berfirman Kepada Para Malaikat : “ Sesunggunya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yg berasal dari Lumpur hitam yg diberi bentuk. Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniup kan kedalamnya ruh(ciptaan)-Ku, Maka Tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud.” (Qs.Al hijr, 15:28-29)</p>
</div>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/semedhi.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/semedhi.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/semedhi.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/semedhi.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/semedhi.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/semedhi.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/semedhi.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/semedhi.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/semedhi.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/semedhi.wordpress.com/20/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=semedhi.wordpress.com&blog=1643026&post=20&subd=semedhi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://semedhi.wordpress.com/2009/03/30/rahasia-di-balik-peristiwa-kejadian-mikrokosmos/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6f2cc9e5da8812f9818d940a1e2b4644?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">semedhi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perumpamaan keberadaan kosmos dan yang menciptakannya</title>
		<link>http://semedhi.wordpress.com/2008/09/07/perumpamaan-keberadaan-kosmos-dan-yang-menciptakannya/</link>
		<comments>http://semedhi.wordpress.com/2008/09/07/perumpamaan-keberadaan-kosmos-dan-yang-menciptakannya/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Sep 2008 17:02:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>semedhi</dc:creator>
				<category><![CDATA[islami]]></category>
		<category><![CDATA[hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ok.semedhi.net/?p=33</guid>
		<description><![CDATA[Ketika kita melihat kereta api berjalan diatas rel, terbetik dibenak kita suatu pertanyaan . bagaimana roda-roda yang berat itu bisa bergerak dan berlari. Tak lama kemudian kita akan sampai kepada pemikiran bahwa alat-alat danmesin-mesin itulah yang menggerakkan roda yang berat itu.Apakah setelah itu kita dibenarkan, jika berpendapat bahwa alat kereta itu sendiri yang menggerakkan kereta [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=semedhi.wordpress.com&blog=1643026&post=33&subd=semedhi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Ketika kita melihat kereta api berjalan diatas rel, terbetik dibenak kita suatu pertanyaan . bagaimana roda-roda yang berat itu bisa bergerak dan berlari. Tak lama kemudian kita akan sampai kepada pemikiran bahwa alat-alat danmesin-mesin itulah yang menggerakkan roda yang berat itu.Apakah setelah itu kita dibenarkan, jika berpendapat bahwa alat kereta itu sendiri yang menggerakkan kereta tersebut ? Perkaranya tidak semudah itu, sebab kita tidak boleh mengabaikan bahwa disana ada masinis yang mengendalikan mesin,kemudian ada insinyur yang menciptakan rancangan dan ketentuan-ketentuan yang ditetapkan,Maka pada hakekatnya tak ada wujud bagi kereta itu dan tidaklah mungkin terjadi gerakan dan perputaran roda-roda tanpa kerja insinyur.mesin-mesin itu bukanlah akhir dari cerita sebuah kereta api,akan tetapi hakekat yang paling akhir adalah “akal” yang telah mengadakan mesin itu, kemudian menggerakkan menurut rencana yang telah dipersiapkan. Mengikuti ilustrasi cerita kereta api diatas, mulai dari gerbong yang digerakkan oleh masinis,dan semua itu direncanakan oleh yang menciptakan yaitu insinyur. Pertanyaan terakhir adalah …” mungkinkah roda-roda ,mesin,dan alat–alat kereta api itu mampu melihat yang menciptakan?” Jawabannya adalah insinyur itu sendiri yang mengetahui akan dirinya,sebab kereta api dan insinyur berbeda keadaan dan bukan untuk dibandingkan…. Merupakan realitas bahwa tidak ada satupun instrumen kereta api yang serupa jika dibandingkan dengan keadaan insinyur.Dan insinyur tersebut mengetahui keadaan realitas kereta api dari awal sampai akhir.Merupakan kefanaan atau penafian bahwa realitas kereta api adalah ciptaan semata….</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/semedhi.wordpress.com/33/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/semedhi.wordpress.com/33/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/semedhi.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/semedhi.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/semedhi.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/semedhi.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/semedhi.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/semedhi.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/semedhi.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/semedhi.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/semedhi.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/semedhi.wordpress.com/33/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=semedhi.wordpress.com&blog=1643026&post=33&subd=semedhi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://semedhi.wordpress.com/2008/09/07/perumpamaan-keberadaan-kosmos-dan-yang-menciptakannya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6f2cc9e5da8812f9818d940a1e2b4644?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">semedhi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Keberadaan Kosmos dan yang Mencipta</title>
		<link>http://semedhi.wordpress.com/2008/06/15/keberadaan-kosmos-dan-yang-mencipta/</link>
		<comments>http://semedhi.wordpress.com/2008/06/15/keberadaan-kosmos-dan-yang-mencipta/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Jun 2008 16:57:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>semedhi</dc:creator>
				<category><![CDATA[islami]]></category>
		<category><![CDATA[hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ok.semedhi.net/?p=30</guid>
		<description><![CDATA[
Ketika kita melihat kereta api berjalan diatas rel, terbetik dibenak kita suatu pertanyaan . bagaimana roda-roda yang berat itu bisa bergerak dan berlari. Tak lama kemudian kita akan sampai kepada pemikiran bahwa alat-alat danmesin-mesin itulah yang menggerakkan roda yang berat itu.Apakah setelah itu kita dibenarkan, jika berpendapat bahwa alat kereta itu sendiri yang menggerakkan kereta [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=semedhi.wordpress.com&blog=1643026&post=30&subd=semedhi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div>
<p style="text-align:justify;">Ketika kita melihat kereta api berjalan diatas rel, terbetik dibenak kita suatu pertanyaan . bagaimana roda-roda yang berat itu bisa bergerak dan berlari. Tak lama kemudian kita akan sampai kepada pemikiran bahwa alat-alat danmesin-mesin itulah yang menggerakkan roda yang berat itu.Apakah setelah itu kita dibenarkan, jika berpendapat bahwa alat kereta itu sendiri yang menggerakkan kereta tersebut ?</p>
<p style="text-align:justify;">Perkaranya tidak semudah itu, sebab kita tidak boleh mengabaikan bahwa disana ada masinis yang mengendalikan mesin,kemudian ada insinyur yang menciptakan rancangan dan ketentuan-ketentuan yang ditetapkan,Maka pada hakekatnya tak ada wujud bagi kereta itu dan tidaklah mungkin terjadi gerakan dan perputaran roda-roda tanpa kerja insinyur.mesin-mesin itu bukanlah akhir dari cerita sebuah kereta api,akan tetapi hakekat yang paling akhir adalah “akal” yang telah mengadakan mesin itu, kemudian menggerakkan menurut rencana yang telah dipersiapkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Mengikuti ilustrasi cerita kereta api diatas, mulai dari gerbong yang digerakkan oleh masinis,dan semua itu direncanakan oleh yang menciptakan yaitu insinyur. Pertanyaan terakhir adalah …” mungkinkah roda-roda ,mesin,dan alat–alat kereta api itu mampu melihat yang menciptakan?” Jawabannya adalah insinyur itu sendiri yang mengetahui akan dirinya,sebab kereta api dan insinyur berbeda keadaan dan bukan untuk dibandingkan…. Merupakan realitas bahwa tidak ada satupun instrumen kereta api yang serupa jika dibandingkan dengan keadaan insinyur.Dan insinyur tersebut mengetahui keadaan realitas kereta api dari awal sampai akhir.Merupakan kefanaan atau penafian bahwa realitas kereta api adalah ciptaan semata….</p>
</div>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/semedhi.wordpress.com/30/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/semedhi.wordpress.com/30/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/semedhi.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/semedhi.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/semedhi.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/semedhi.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/semedhi.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/semedhi.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/semedhi.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/semedhi.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/semedhi.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/semedhi.wordpress.com/30/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=semedhi.wordpress.com&blog=1643026&post=30&subd=semedhi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://semedhi.wordpress.com/2008/06/15/keberadaan-kosmos-dan-yang-mencipta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6f2cc9e5da8812f9818d940a1e2b4644?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">semedhi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menyikapi Rezeki</title>
		<link>http://semedhi.wordpress.com/2008/01/09/menyikapi-riski/</link>
		<comments>http://semedhi.wordpress.com/2008/01/09/menyikapi-riski/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Jan 2008 17:14:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>semedhi</dc:creator>
				<category><![CDATA[personal]]></category>
		<category><![CDATA[hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[rezeki]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ok.semedhi.net/?p=41</guid>
		<description><![CDATA[Berkenaan dengan urusan rezeki manusia berada dalam 3 keadaan yaitu : keadaan sebelum diberi rezeki (yaitu ketika berusaha), keadaan setelah itu yaitu ketika mendapatkannya dan keadaan setelah mendapatkannya..
Berikut lantunan do&#8217;a  Ibn Athaillah  berkenanan dengan masalah rezeki :
&#8220;Ya Allah Mudahkanlah untukku dalam urusan rezeki. Jagalah aku dari ketamakan dan kepenatan dalam mencarinya, dari kerisauan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=semedhi.wordpress.com&blog=1643026&post=41&subd=semedhi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Berkenaan dengan urusan rezeki manusia berada dalam 3 keadaan yaitu : keadaan sebelum diberi rezeki (yaitu ketika berusaha), keadaan setelah itu yaitu ketika mendapatkannya dan keadaan setelah mendapatkannya..</p>
<p style="text-align:justify;">Berikut lantunan do&#8217;a  Ibn Athaillah  berkenanan dengan masalah rezeki :</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Ya Allah Mudahkanlah untukku dalam urusan rezeki. Jagalah aku dari ketamakan dan kepenatan dalam mencarinya, dari kerisauan dan keterkaitan hati kepadanya, dari merendah kepada makhluk karenanya, dari memikirkan dan mengatur untuk mendapatkannya , serta dari sifat kiki setelah mendapatkannya &#8220;</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/semedhi.wordpress.com/41/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/semedhi.wordpress.com/41/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/semedhi.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/semedhi.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/semedhi.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/semedhi.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/semedhi.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/semedhi.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/semedhi.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/semedhi.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/semedhi.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/semedhi.wordpress.com/41/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=semedhi.wordpress.com&blog=1643026&post=41&subd=semedhi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://semedhi.wordpress.com/2008/01/09/menyikapi-riski/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6f2cc9e5da8812f9818d940a1e2b4644?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">semedhi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ilmu Laduni</title>
		<link>http://semedhi.wordpress.com/2007/09/19/ilmu-laduni-ilmu-marifathakikat/</link>
		<comments>http://semedhi.wordpress.com/2007/09/19/ilmu-laduni-ilmu-marifathakikat/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Sep 2007 08:45:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>semedhi</dc:creator>
				<category><![CDATA[islami]]></category>
		<category><![CDATA[hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://semedhi.wordpress.com/2007/09/19/ilmu-laduni-ilmu-marifathakikat/</guid>
		<description><![CDATA[Pada hakikatnya, semua ilmu makhluk adalah “Ilmu Laduni” artinya ilmu yang berasal dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.” (An-Nahl: 78)
Ilmu laduni dalam pengertian umum ini terbagi menjadi dua [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=semedhi.wordpress.com&blog=1643026&post=7&subd=semedhi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Pada hakikatnya, semua ilmu makhluk adalah “Ilmu Laduni” artinya ilmu yang berasal dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.</p>
<p style="text-align:justify;">Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: <em>“Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.”</em> (An-Nahl: 78)</p>
<p style="text-align:justify;">Ilmu laduni dalam pengertian umum ini terbagi menjadi dua bagian. Pertama, ilmu yang didapat tanpa belajar (<em>wahbiy</em>). Kedua, ilmu yang didapat karena belajar (<em>kasbiy</em>).</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Bagian pertama </strong>(didapat tanpa belajar) terbagi menjadi dua macam: <strong>Ilmu Syar’iat dan Ilmu Ma’rifat</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Ilmu Syar’iat,</strong> yaitu ilmu tentang perintah dan larangan Allah yang harus disampaikan kepada para Nabi dan Rasul  melalui jalan wahyu (wahyu tasyri’), baik yang langsung dari Allah maupun yang menggunakan perantaraan malaikat Jibril. Jadi semua wahyu yang diterima oleh para nabi semenjak Nabi Adam alaihissalam hingga nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam adalah ilmu laduni termasuk yang diterima oleh Nabi Musa dari Nabi Khidlir . Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman tentang Khidhir:<em> “Yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.”</em> (Al-Kahfi: 65)</p>
<p style="text-align:justify;">Di dalam hadits Imam Al Bukhari, Nabi Khidlir alaihissalam berkata kepada Nabi Musa alaihissalam:  <em>“Sesungguhnya aku berada di atas sebuah ilmu dari ilmu Allah yang telah Dia ajarkan kepadaku yang engkau tidak mengetahuinya. Dan engkau (juga) berada di atas ilmu dari ilmu Allah yang Dia ajarkan kepadamu yang aku tidak mengetahuinya juga.”</em></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Ilmu syari’at ini sifatnya mutlak kebenarannya, wajib dipelajari dan diamalkan oleh setiap mukallaf (baligh dan mukallaf) sampai datang ajal kematiannya.</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Ilmu Ma’rifat</strong> (hakikat), yaitu ilmu tentang sesuatu yang ghaib melalui jalan kasyf (wahyu ilham/terbukanya tabir ghaib) atau ru’ya (mimpi) yang diberikan oleh Allah kepada hamba-hambaNya yang mukmin dan shalih. Ilmu kasyf inilah yang dimaksud dan dikenal dengan julukan “ilmu laduni” di kalangan ahli tasawwuf. <strong>Sifat ilmu ini tidak boleh diyakini atau diamalkan manakala menyalahi ilmu syari’at yang sudah termaktub di dalam mushaf Al-Qur’an maupun kitab-kitab hadits. Menyalahi di sini bisa berbentuk menentang, menambah atau mengurangi.</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Bagian Kedua<br />
</strong><br />
Adapun bagian kedua yaitu ilmu Allah yang diberikan kepada semua makhluk-Nya melalui jalan kasb (usaha) seperti dari hasil membaca, menulis, mendengar, meneliti, berfikir dan lain sebagainya.
</p>
<p style="text-align:justify;">Dari ketiga ilmu ini (syari’at, ma’rifat dan kasb) yang paling utama adalah ilmu yang bersumber dari wahyu yaitu ilmu syari’at, karena ia adalah guru. Ilmu kasyf dan ilmu kasb tidak dianggap apabila menyalahi syari’at. Inilah hakikat pengertian ilmu laduni di dalam Islam.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>KHURAFAT SHUFI</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Istilah “ilmu laduni” secara khusus tadi telah terkontaminasi (tercemari) oleh virus khurafat shufiyyah. Sekelompok shufi mengatakan bahwa:</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>
<p align="justify">“Ilmu laduni” atau kasyf adalah ilmu yang khusus diberikan oleh Allah kepada para wali shufi. Kelompok selain mereka, lebih-lebih ahli hadits (sunnah), tidak bisa mendapatkannya.</p>
</li>
<li>
<p align="justify">“Ilmu laduni” atau ilmu hakikat lebih utama daripada ilmu wahyu (syari’at). Mereka mendasarkan hal itu kepada kisah Nabi Khidlir alaihissalam dengan anggapan bahwa ilmu Nabi Musa alaihissalam adalah ilmu wahyu sedangkan ilmu Nabi Khidhir alaihissalam adalah ilmu kasyf (hakikat). Sampai-sampai Abu Yazid Al-Busthami (261 H.) mengatakan: “Seorang yang alim itu bukanlah orang yang menghapal dari kitab, maka jika ia lupa apa yang ia hapal ia menjadi bodoh, akan tetapi seorang alim adalah orang yang mengambil ilmunya dari Tuhannya di waktu kapan saja ia suka tanpa hapalan dan tanpa belajar. Inilah ilmu Rabbany.”</p>
</li>
<li>
<p align="justify">Ilmu syari’at (Al-Qur’an dan As-Sunnah) itu merupakan hijab (penghalang) bagi seorang hamba untuk bisa sampai kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.</p>
</li>
<li>
<p align="justify">Dengan ilmu laduni saja sudah cukup, tidak perlu lagi kepada ilmu wahyu, sehingga mereka menulis banyak kitab dengan metode kasyf, langsung didikte dan diajari langsung oleh Allah, yang wajib diyakini kebenarannya. Seperti Abd. Karim Al-Jiliy mengarang kitab Al-Insanul Kamil fi Ma’rifatil Awakhir wal Awail. Dan Ibnu Arabi (638 H) menulis kitab Al-Futuhatul Makkiyyah.</p>
</li>
<li>
<p align="justify">Untuk menafsiri ayat atau untuk mengatakan derajat hadits tidak perlu melalui metode isnad (riwayat), namun cukup dengan kasyf sehingga terkenal ungkapan di kalangan mereka  “Hatiku memberitahu aku dari Tuhanku.” Atau  “Aku diberitahu oleh Tuhanku dari diri-Nya sendiri, langsung tanpa perantara apapun.”</p>
</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><strong>Sehingga akibatnya banyak hadits palsu menurut ahli hadits, dishahihkan oleh ahli kasyf (tasawwuf) atau sebaliknya. Dari sini kita bisa mengetahui mengapa ahli hadits (sunnah) tidak pernah bertemu dengan ahli kasyf (tasawwuf).</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>BANTAHAN SINGKAT TERHADAP KESESATAN DI ATAS</strong></p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>
<p align="justify"><strong>Kasyf atau ilham tidak hanya milik ahli tasawwuf. Setiap orang mukmin yang shalih berpotensi untuk dimulyakan oleh Allah dengan ilham.</strong> Abu Bakar radhiallahu anhu diilhami oleh Allah bahwa anak yang sedang dikandung oleh isterinya (sebelum beliau wafat) adalah wanita. Dan ternyata ilham beliau (menurut sebuah riwayat berdasarkan mimpi) menjadi kenyataan. Ibnu Abdus Salam mengatakan bahwa ilham atau ilmu Ilahi itu termasuk sebagian balasan amal shalih yang diberikan Allah di dunia ini. Jadi tidak ada dalil pengkhususan dengan kelompok tertentu, bahkan dalilnya bersifat umum, seperti sabda Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wasalam</em>:  <em>“Barangsiapa mengamalkan ilmu yang ia ketahui, maka Allah mewariskan kepadanya ilmu yang belum ia ketahui.”</em> (Al-Iraqy berkata: HR. Abu Nu’aim dalam Al-Hilyah dari Anas radhiallahu anhu, hadits dhaif).</p>
</li>
<li>
<p align="justify"><strong>Yang benar menurut Ahlusunnah wal Jama’ah adalah Nabi Khidhir alaihissalam memiliki syari’at tersendiri sebagaimana Nabi Musa alaihissalam. Bahkan Ahlussunnah sepakat kalau Nabi Musa alaihissalam lebih utama daripada Nabi Khidhir alaihissalam karena Nabi Musa alaihissalam termasuk Ulul ‘Azmi</strong> (lima Nabi yang memiliki keteguhan hati dan kesabaran yang tinggi, yaitu Nabi Nuh, Ibrahim, Musa, Isa dan Muhammad). <strong>Adapun pernyataan Abu Yazid, maka itu adalah suatu kesalahan yang nyata  karena Nabi shallallahu ‘alaihi wasalam hanya mewariskan ilmu syari’at (ilmu wahyu), Al-Qur’an dan As-Sunnah.</strong> Nabi  mengatakan bahwa para ulama yang memahami Al-Kitab dan As-Sunnah itulah pewarisnya, sedangkan anggapan ada orang selain Nabi shallallahu ‘alaihi wasalam yang mengambil ilmu langsung dari Allah kapan saja ia suka, maka ini adalah khurafat sufiyyah.</p>
</li>
<li>
<p align="justify"><strong>Anggapan bahwa ilmu syari’at itu hijab adalah sebuah kekufuran,</strong> sebuah tipu daya syetan untuk merusak Islam. Karena itu, tasawwuf adalah gudangnya kegelapan dan kesesatan. Sungguh sebuah sukses besar bagi iblis dalam memalingkan mereka dari cahaya Islam.</p>
</li>
<li>
<p align="justify"><strong>Anggapan bahwa dengan “ilmu laduni” sudah cukup adalah kebodohan dan kekufuran.</strong> Seluruh ulama Ahlussunnah termasuk Syekh Abdul Qodir Al-Jailani mengatakan: “Setiap hakikat yang tidak disaksikan (disahkan) oleh syari’at adalah zindiq (sesat).”</p>
</li>
<li>
<p align="justify">Inilah penyebab lain bagi kesesatan tasawwuf. <strong>Banyak sekali kesyirikan dan kebid’ahan dalam tasawwuf yang didasarkan kepada hadits-hadits palsu.</strong> Dan ini pula yang menyebabkan orang-orang sufi dengan mudah dapat mendatangkan dalil dalam setiap masalah karena mereka menggunakan metode tafsir bathin dan metode kasyf dalam menilai hadits, dua metode bid’ah yang menyesatkan.</p>
</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><strong>Tiada kebenaran kecuali apa yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.</strong> <strong>Beliau bersabda: <em>“Wahai manusia belajarlah, sesungguhnya ilmu itu hanya dengan belajar dan fiqh (faham agama) itu hanya dengan bertafaqquh (belajar ilmu agama/ilmu fiqh). Dan barangsiapa yang dikehendaki baik oleh Allah, maka ia akan difaqihkan (difahamkan) dalam agama ini.” </em>(HR. Ibnu Abi Ashim, Thabrani, Al-Bazzar dan Abu Nu’aim, hadits hasan).</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#99cc00;"><em>source (hananismail.wordpress.com)</em></span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/semedhi.wordpress.com/7/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/semedhi.wordpress.com/7/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/semedhi.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/semedhi.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/semedhi.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/semedhi.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/semedhi.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/semedhi.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/semedhi.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/semedhi.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/semedhi.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/semedhi.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=semedhi.wordpress.com&blog=1643026&post=7&subd=semedhi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://semedhi.wordpress.com/2007/09/19/ilmu-laduni-ilmu-marifathakikat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6f2cc9e5da8812f9818d940a1e2b4644?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">semedhi</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>